Thursday, December 12, 2013

merindumu sahabatkuu~

Dimana Kau, Wahai Sahabat ?  
Aku termenung.
Dalam lamunan tak bertepi .
Ku lihat sejauh mata memandang, sekelompok remaja di sudut tempat ini.
Bercanda, tertawa, menangis bersama..


Ku layangkan senyumku..
Kembali dalam lamunku .
Sejenak terdiam,
Air mataku bergelimang sejak itu.


Dimana engkau wahai sahabatku?
Dimana jiwa yg selama ini menghilang dari kalbuku?
Kau yg kurindu, mengapa membisu?


Lama aku menunggu Kau kembali..
Mengukir cerita kita yg telah lama pudar .
Aku menghitam tanpa hadirmu .
Menelan pahit kehidupan tanpa sosokmu .


Ku tak pernah berhenti berharap .
Ku tak pernah berhenti bermimpi .
Akan kembalinya kau disisiku lagi .
Ya, kau, wahai sahabat.


Ku tak lagi bisa menahan hasrat ingin bertemu denganmu .
Banyak cerita yg ingin ku bagi bersamamu .
Hai angin hantarkan pesan rinduku untuknya .
Entah dimana sahabatku berada .


Dan Kau wahai Sahabat .
Meski namamu tak mendunia .
Tapi di dalam hatiku kau tetap menggelora .
Aku masih menantimu .
Entah sampai kapanpun waktu akan mempertemukan kita.
Karena bagiku , engkau sahabat yg paling sempurna .


*Puisi ini aku buat spesial untuk sahabatku yg beberapa waktu ini mulai jauh dariku :) dan aku sangat sangat merindukannya.. *NurLathifah

~Tak Ingat Tak Tahu~

11*12*13


Rinduku selalu mengalirkan namamu
Namamu selalu detakkan jantungku
Sulit kubendung naluri itu
Selalu begitu, setiap waktu
Tapi, kau tak ingat dan tak tahu

Dan akhirnya akulah yang terpuruk dalam rasa itu
Rasa yang menggebu sejak dulu, dari masa lalu
Dan kau tak pernah ingat dan tak pernah tahu

Rasa dan asaku padamu terukir begitu jelas di tulang rusukku
Mengalir deras di aliran darahku
Memukul keras membuat lebih cepat detak jantungku
Sedikitpun, kau tak ingat dan tak tahu

Seperti menghitung jutaan bintang di malam hari
Seperti menghitung rinai hujan yang jatuh ke bumi
Seperti menghitung hamparan pasir di pantai ini
Sampai matipun kau tak kan pernah ingat dan tak kan pernah tahu
Bahwa disini ada satu hati yang menunggu, satu jiwa yang terbelenggu

==================================================


Puisi Rindu Buat Kekasih Yang Jauh
Di sini, dikelelahan jiwa menjaga ada
di sisa waktu yang terjebak cemas
meremas asa berharap pada do'a
sekedar tetap berjaga-jaga

Di sini, diperihnya masa lalu yang membayangi
yang kemudian harus patuh pada harus
dan menyikapinya secara bijaksana
agar masa depan persis dalam genggaman

Di sini, di belantara rasa peperangan diri
mencoba memandang badai sebagai keindahan
tanpa laknat menguasai makna
semoga cinta senantiasa membenahi hati

==================================================

Puisi Rindu
Ternyata ada aliran yang sangat deras dari hati ke seluruh jiwaku
Iyah, itulah rinduku…
Rindu untuk kekasihku disana
ingin segera kupulang menepikan rasa ini…
Karena Alirannya sudah memenuhi setiap sendiku,,
Aku takut ia akan menenggelamkanku

Tapi Tuhan, berkata lain…
Dia bukan kekasihku lagi,,
Maafkan aku hati, Rindu ini tidak menemukan tepiannya…

Akhirnya aku pulang untuk bekerja keras mengembalikan rindu ini ke hulunya,,
bekerja keras membongkar sulaman raut wajahnya yang dulu ku rajut di hatiku…
~Rinduku Diujung Sepi~

Tetesan gerimis yang merinai,
dikelamnya langit senja.
Kulinangkan rindu diujung mata,
menari indahnya dipelupuk angan.

Raut bayanganmu nan manja,
menerpa ditiap sudut yang sepi.
Kulirihkan namamu didalam
kenang suaraku yang berharap.

Kasih lihatlah...
Lengkungan tujuh warna warni,
menghiasi langit usai hujan.
bagai bentang selendang mayang,
bertuliskan makna aksara rinduku.

Dan telah kucoba kirimkan pula,
bersama hembus bayu nan laju.
Berharap ia akan menepikan,
tentang rinduku yang terbata.


*11*12*13